Subscribe to My Blog

[ ArsiTek ]

Konsultasi desain arsitektur dari Ahmad Ridwan Arsitek, konsultasi berkaitan dengan desain rumah dan bangunan serta permasalahannya termasuk informasi mengenai desain arsitek, perkembangan arsitektur, arsitektur moderen, arsitektur tradisional, arsitektur Indonesia dan material arsitektur. Tentu saja konsultasi ini sifatnya hanya dalam bentuk tulisan, namun tidak menutup kemungkinan beberapa masalah akan diupayakan dan dipecahkan melalui desain atau produk gambar, karena desain atau produk gambar adalah bagian dari sebuah proses terpenting dalam ber-arsitektur. Read more...

[ Arsi + Tektur ]

Setiap orang mempunyai keinginan memiliki rumah dengan desain yang baik. Pemilik rumah dalam membangun rumah biasanya meng-ktriteria-kan bahwa rumah harus : nyaman, kebutuhan ruang yang sesuai, mengeluarkan sedikit mungkin biaya pembangunan, bebas perawatan / bangunan tidak sulit dalam hal perawatan, dan yang pasti estetika harus sesuai trend yang ada. Pada dasarnya, memang para arsitek harus mengerti keinginan tersebut. Sekarang telah mulai para arsitek memikirkan beberapa tema desain sesuai hal di atas tadi, mulai dari tema rumah minimalis, rumah murah ataupun arsitektur berkelanjutan (berlaku pada desain bangunan lain).Read more...
Arsitek | Konsultasi Desain Arsitektur | Arsitektur Indonesia

Setiap orang mempunyai keinginan memiliki rumah dengan desain yang baik. Pemilik rumah dalam membangun rumah biasanya meng-ktriteria-kan bahwa rumah harus : nyaman, kebutuhan ruang yang sesuai, mengeluarkan sedikit mungkin biaya pembangunan, bebas perawatan / bangunan tidak sulit dalam hal perawatan, dan yang pasti estetika harus sesuai trend yang ada.

Pada dasarnya, memang para arsitek harus mengerti keinginan tersebut. Sekarang telah mulai para arsitek memikirkan beberapa tema desain sesuai hal di atas tadi, mulai dari tema rumah minimalis (minimalis biaya?), rumah murahataupun arsitektur berkelanjutan (berlaku pada desain bangunan lain). Beberapa arsitek bermunculan dan konsen bagi para pengguna rumah atau bangunan dengan tema tadi. Tergerak dari hati nurani dan diterjemahkan ke dalam desain arsitektur. Melalui kolega ataupun sayembara bahkan hasilnya mendapatkan award (Ikatan Arsitektur Indonesia). Arsitek tersebut di antaranya : Adi Purnomo, Ahmad Djuhara, Yu sing, dan masih banyak lagi. Kekuatan tema-tema tersebut barangkali memberikan nafas lega untuk dunia arsitektur Indonesia, bagi masyarakat luas, maupun pemilik rumah berpenghasilan menengah ke bawah.

Beberapa media massa berbentuk majalah dan bulletin banyak pula yang menampilkan ide-ide desain dengan tema tersebut, beserta paparan si arsitek yang merancangnya. Bahkan membuat kolom khusus konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan masukan dan usulan desain dalam membuat rumah atau bangunan. Hal ini pula yang memberikan inspirasi bagi penulis untuk membuat blog konsultasi berkaitan dengan desain rumah dan bangunan serta permasalahannya. Baik dengan tema khusus seperti di atas ataupun tema umum lainnya. Tentu saja konsultasi ini sifatnya hanya dalam bentuk tulisan, namun tidak menutup kemungkinan beberapa masalah akan diupayakan dan dipecahkan melalui desain atau produk gambar, karena desain atau produk gambar adalah bagian dari sebuah proses terpenting dalam ber-arsitektur.

Konsultasi arsitektur ini hanya berkaitan dengan desain dan sebatas pemecahan masalah serta tidak menyentuh ranah profesi lain, seperti : rencana anggaran biaya, sipil/struktur, lansekap, mekanikal dan elektrikal, serta plumbing, karena tentunya harus berkonsultasi dengan bidang-bidang profesi lain. Hal ini pula yang mendasari adanya kode etik arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), sehubungan penulis adalah arsitek yang telah bergabung dalam organisasi profesi IAI. Setiap konsultasi tidak dipungut biaya berkaitan dengan pemecahan masalah desain, kecuali berkaitan dengan proses desain menyeluruh mulai dari prarencana sampai gambar kerja ataupun bagian dari proses tersebut.

Pada blog ini dimunculkan beberapa iklan yang berhubungan dengan konten atau artikel blog sebagai bagian dari donasi untuk kelanjutan dan pengembangan dari blog ini. Tentunya pemilik blog tidak bertanggung jawab, maupun menjamin, memberikan jaminan, atau menyiratkan perwakilan atau sebaliknya atas isi atau ketelitian situs-situs ketiga, baik berupa iklan ataupun pencantuman link tersebut.

Gedung Kuliah Pasca Sarjana

KONSEPTUAL DESAIN


Gedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran BandungGedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran Bandung

Konseptual rancangan tipologi bentuk gedung kuliah pada umumnya mengalami pen-generalisir-an, sehingga gagasan yang muncul adalah sebuah fungsi yang sama namun memiliki fleksibilitas bentuk terhadap ruang pada lingkungan komplek pendidikan. Lokasi bangunan berada pada dataran yang lebih tinggi dari permukaan jalan, bangunan ini berusaha memberikan kebutuhan fasilitas yang lengkap meskipun harus memangkas ketinggian bangunan dan set back pada lantai ke 3 untuk mencapai proporsi skala yang baik terhadap lingkungan serta menyikapi peraturan ketinggian bangunan yang ada.


Gedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran BandungGedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran Bandung

Penampilan bangunan terutama pada fasade diupayakan untuk memberikan gesture atau sikap pada kota dengan memunculkan rancangan sirip-sirip dan sunscreen beton yang pernah muncul di era tahun 70-an, yang juga telah muncul pada beberapa bangunan eksisting di lingkungan komplek bangunan ini.


Gedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran BandungGedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran Bandung

Ruang-ruang dalam direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan tipologi fungsi yaitu sebagai ruang kuliah dan beberapa ruang yang berkaitan dengan administrasi akademik pasca. Antisipasi ruang terhadap bentuk melingkar dengan memposisikan ruang yang tidak memiliki fleksibilitas tinggi. Orientasi pintu masuk di bagi menjadi dua bagian seiring dengan posisi ruang dengan zona yang berbeda, yaitu pintu masuk utama mengarah pada lingkungan kompleks kampus, sementara pintu masuk lainnya mengarah ke jalan umum berkaitan dengan fasilitas publik.


Gedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran BandungGedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran Bandung

DATA PERENCANAAN

  • Konsultan Perencana PT. Massuka Pratama
  • Judul Proyek Perencanaan Gedung Kuliah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran
  • Pemilik Universitas Padjadjaran, Bandung
  • Lokasi Komplek Kampus Universitas Padjadjaran Jl. Dipatiukur no. 35, Bandung
  • Luas Tapak 1.420 m2
  • Luas Bangunan 2.400 m2
  • Tinggi Bangunan 3 lantai
  • Pelaksanaan Perencanaan Tahun 2001

TIM PERENCANA

  • Ketua Tim : Budi Santoso, ST.
  • Arsitek Perencana : Mohamad Ridwan, ST.
  • Perencana Struktur : Dadan Rusdiana, ST.
  • Perencana ME : Ir. M. Ricky
  • Project Officer : M. Mujahid Setiawan, ST.
  • Estimator : Ir. Ida Nurhaida
  • Juru Gambar : Agus Kushendar, Iwan Prasetyo
  • Pencitraan 3 Dimensi : Dodi Nugraha
Sekolah Tinggi Manajemen Bandung


KONSEPTUAL DESAIN


Sekolah Tinggi Manajemen Bandung Sekolah Tinggi Manajemen Bandung

Gagasan akan kebutuhan fasilitas perkuliahan yang memadai menjadi latarbelakang bagi pemilik untuk membangun sebuah gedung perkuliahan berlantai banyak, selain keberadaan lokasi dan luasan tapak yang tidak terlalu luas. Pertimbangan biaya menjadi salah satu faktor dalam penentuan metoda membangun yang dilakukan secara bertahap, yaitu tahap awal pembangunan sampai lantai ke lima dengan persiapan atap beton sebagai proyeksi tahap lanjutan. Kondisi tapak yang ada disiasati dengan gubahan massa bangunan yang mengikuti bentuk tapak. Ketinggian untuk bangunan berlantai banyak menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan berkaitan dengan aturan ketatawilayahan.

Posisi massa bangunan pada tapak yang kurang menguntungkan yaitu berada di ujung lokasi menjadi faktor potensi dengan memberikan bentuk aditif sebagai terminasi poin dan sudut pandang perspektif pada sudut bangunan. Namun secara keseluruhan massa bangunan, bentuk aditif ini disesuaikan dengan fungsinya yaitu sebagai sirkulasi vertikal yang tidak mencapai keseluruhan lantai. Sehingga memunculkan kontras bentuk yang mempertegas fungsi terminasi poin.


Sekolah Tinggi Manajemen BandungSekolah Tinggi Manajemen Bandung

Massa bangunan digubah menjadi beberapa bagian secara vertikal, untuk menghindarkan kesan terlalu tinggi dengan bangunan sekitar, terutama pada bagian building base dirancang untuk menciptakan welcoming feeling bagi lingkungan pedestrian. Kebutuhan akan area parkir melandasi munculnya lantai semibasement yang secara umum sebuah gedung perkuliahan akan menerima beban jumlah parkir kendaraan yang cukup tinggi.

Rancangan ruang lebih ke arah open plan, terutama pada lantai lima ke atas untuk pengembangan kebutuhan ruang. Setiap ruang diorientasikan ke arah koridor sebagai sirkulasi utama dengan pertimbangan kemudahan pencapaian.
Pengarahan ruang diupayakan mengalir menuju titik tangkap terhadap core yang salah satunya secara fungsi memiliki sirkulasi vertikal.


Sekolah Tinggi Manajemen BandungSekolah Tinggi Manajemen Bandung

DATA PERENCANAAN

  • Konsultan Perencana PT. Pemeta International
  • Judul Proyek Perencanaan Gedung Kuliah Sekolah Tinggi Manajemen Bandung
  • Pemilik Yayasan Telkom, Bandung
  • Lokasi Komplek Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Bandung Jl. Picung, Gegerkalong, Bandung
  • Luas Tapak 1.650 m2
  • Luas Bangunan Prarencana 7.840 m2, Pengemb. Rencana 4.900 m2
  • Tinggi Bangunan Prarencana 8 Lantai, Pengemb. Rencana 5 lantai
  • Pelaksanaan Perencanaan Tahun 1999

TIM PERENCANA

  • Ketua Tim : Ir. Ahadiat MAS
  • Arsitek Perencana : Mohamad Ridwan, ST.
  • Quality Control: Yayan Supiyana, ST.
  • Perencana Struktur : Ir. Priyanto S, MT. Hendra P. Tulak, ST.
  • Project Officer : Drs. Hirawan Gelar
  • Estimator : Nurcahyanto, A.md.
  • Juru Gambar : Mulyadi, Priyatna


Arsitek | Konsultasi Desain Arsitektur | Arsitektur Indonesia

Arsitek memiliki keinginan agar desain yang ideal dapat terwujud pada pelaksanaan konstruksi bangunan nantinya. Pemilik bangunan memiliki keinginan sesuai harapannya yang juga harus terwujud pada pelaksanaan konstruksi bangunan. Terkadang keinginan antara Arsitek dan Pemilik Bangunan dapat berjalan sesuai harapan kedua belah pihak, namun bisa saja terjadi banyak perbedaan keinginan dalam mewujudkan desain atau rancangannya. Perlukah toleransi dari kedua belah pihak agar desain dapat terwujud? Dari hasil pengalaman penulis sebagai arsitek, banyak pemilik bangunan yang menginginkan desain bangunannya sesuai dengan selera mereka, dan sangat subjektif !, tanpa mengindahkan latar belakang sebagai faktor yang mempengaruhi sebuah desain.

Wajar saja apabila pemilik bangunan menginginkan desain bangunan sesuai kriteria yang mereka inginkan, tetapi sebaiknya pemilik bangunan harus terlebih dahulu mengerti apa peran dan fungsi si Arsitek. Di sini akan dijelaskan secara singkat fungsi dari seorang Arsitek. Bahwa Arsitek memiliki pengetahuan dalam hal merancang atau mendesain sebuah bangunan tidak sebatas hasil coretan atau produk gambar berupa denah, tampak, dan potongan saja. Desain itu sendiri dihasilkan dari sebuah perjalanan proses desain. Tentunya proses desain tidak dapat berjalan tanpa konsep yang melatarbelakanginya. Konsep hadir dari : jenis bangunan yang akan didesain (restoran, kantor, rumah tinggal dan lain-lain), untuk siapa bangunan itu dirancang (umum, personal, golongan tertentu, budaya tertentu dan sebagainya), tema apa yang akan ditampilkan dalam bangunan (minimalis, tradisional, arsitektur hijau (Green Architecture), gedung pintar (Building Intelligent) dan sebagainya.

Konsep-konsep yang telah disebutkan di atas adalah hanya sebagian dari unsur konsep yang akan diaplikasikan terhadap desain, dan hanya unsur konseptual yang berkaitan dengan bangunan. Masih banyak unsur konsep yang berkaitan baik secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi proses desain, seperti : faktor kondisi lahan, lingkungan, iklim, budaya, dan lain-lain. Mungkin perlu sedikit uraian untuk memperjelas sebuah desain hadir dari sebuah konsep, terutama yang berkaitan langsung dengan bangunan pada artikel mendatang.

Dari unsur konsep di atas, beberapa hal dari proses yang melatar belakangi konseptual desain itu di antaranya :

  • bahwa Arsitek harus mengetahui proses perilaku keseharian setiap pemakai bangunan, tempat penyimpanan peralatan serta peralatan yang dipakai, untuk mendapatkan jenis karakter ruang dari suatu fungsi bangunan. Dengan kata lain, bisa saja si Arsitek harus mendalami atau mengetahui bidang profesi lain sehubungan dengan jenis bangunan yang akan dirancang. Mendesain restoran berarti harus mengetahui proses bekerja seorang Chef, mendesain rumah sakit berarti harus mengetahui proses bekerja para Dokter.
  • bahwa Arsitek dalam menempuh pengetahuan arsitekturalnya, mempelajari banyak hal berkaitan dengan material, estetika serta perilaku/psikologi, sehingga pengaplikasian konsep terhadap desain menjadi lebih tepat dan bukan berdasarkan selera atau subjektifitas, namun berdasarkan keilmuan yang melandasi konsepsi desain.
  • bahwa Arsitek harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara tidak langsung terhadap desain sebuah bangunan, seperti : kondisi lahan, berkontur curam atau datar; iklim, tentunya di Indonesia adalah iklim tropis dengan empat musim, yang harus diantisipasi melalui bentukan desain yang sesuai dengan iklim Indonesia; serta budaya (Indonesia memiliki latar belakang budaya yang berbeda).

Dari sebagian hal-hal tersebut di atas, menjadikan arsitek tidak sekadar menghasilkan sebuah gambar bangunan, namun gambar bangunan adalah hasil dari proses panjang sebuah desain dan memiliki berbagai konsepsi mendasar yang harus dilalui. Jadi, arsitek adalah bukan juru gambar, tidak berarti penulis merendahkan profesi juru gambar (drafer), karena proses menghasilkan lembaran gambar dari hasil proses desain sangat membutuhkan juru gambar.
Kesimpulannya, fungsi arsitek adalah sebagai desainer dan bukan sebagai drafter.

Seperti banyak para Arsitek senior mengatakan bahwa : Arsitek dapat menciptakan budaya dan mempengaruhi sebuah budaya.

Real Estate

Ridwanars On
Halaman ini merupakan bagian dari situs kami untuk menampung link dari situs atau blog lain dalam melakukan penukaran link.

Tucson Arizona Az Real Estate
Tucson arizona az real estate and homes for sale. Tucson real estate, homes, mls, relocation in tucson arizona az. Realtors ian and dwight taylor. (06.03.2012)

Oro Valley Arizona Az Real Estate
Oro valley arizona az real estate and homes for sale. Oro valley real estate, homes, mls, relocation in oro valley arizona az. Realtors ian and dwight taylor. (06.03.2012)

Tucson Arizona Az Real Estate And Homes For Sale
Tucson real estate and tucson homes for sale in tucson arizona az. (06.03.2012)

Oro Valley Arizona Az Real Estate And Homes For Sale
Oro valley real estate and oro valley homes for sale in oro valley arizona az. (06.03.2012)

Houston Apartment Locators
We are the top apartment locating company in the state of texas. We can assist you in locating any type of apartment or loft including specialty situations such as pets, large dogs, adult only or elderly living apartments. (06.03.2012)



Sangkalan :
Direktori jaringan Arsitek | Konsultasi Desain Arsitektur | Arsitektur Indonesia, mempersembahkan link situs jaringan ini sebagai kemudahan ke pengunjung kami. Jika anda memilih menggunakan link di direktori jaringan ini, kami tidak bertanggung jawab maupun menjamin, memberikan jaminan, atau menyiratkan perwakilan atau sebaliknya atas isi atau ketelitian situs-situs ketiga ini.
Arsitek | Konsultasi Desain Arsitektur | Arsitektur Indonesia Ahmad Ridwan Arsitek

Salam sejahtera untuk anda semua, web ini khusus untuk konsultasi desain arsitektur dari Ahmad Ridwan Arsitek, konsultasi berkaitan dengan desain rumah dan bangunan serta permasalahannya termasuk informasi mengenai desain arsitek, perkembangan arsitektur, arsitektur moderen, arsitektur tradisional, arsitektur Indonesia dan material arsitektur.

Followers

Entri Populer